Sahabatku seorang Protestan

Di tengah dingin angin malam,aku berdiri di bawah sinar lampu jalan seorang diri menunggu sahabatku yang sedang beribadah di Gereja seberang jalan. Aku adalah Dea seorang wanita muslimah dan sahabatku adlah Dewa seorang protestan. Kami bersahabat semenjak kecil. Walaupun agama kami berbeda,tetapi itu tidak menjadi penghalang kami untuk bersahabat. Aku mendengar ada yang memanggilku dari seberang jalan…”Dhea…?” ternyata Dewa,yang sedang berjalan menghampiriku…”lama yak nunggunya?” tanya Dewa…”ngak juga kok “jawabku singkat…lalu kamipun berjalan pulang.

Di suatu pagi,setelah subuh Dea terlihat sedang sibuk membantu ibunya memasak. Sedangkan Dewa,dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke gereja. Hari ini adalah hari minggu,dan setiap hari minggu Dewa dan keluarganya selalu pergi beribadah ke gereja. “Hai De…?” tegur Dewa ketika melihat Dea yang sedang menyapu halaman rumahnya. “Eh…hai juga,mau ke gereja ya?” tanya Dea. “Yaa,aku mau beribadah sama keluargaku dulu yakk…byee?” jawab Dewa..lalu pergi dengan lambaian tangan mengarah ke Dea…”byee…” sahut Dea.

Suatu ketika,saat Dea sedang asyik ngobrol dengan teman-temannya di depan masjid..Dewa tiba-tiba datang dan langsung menegur Dea. Akan tetapi Dewa terlihat sangat marah dan tersinggung ketika Dea menjawab tegurannya dengan ucapan …”wa’alaikumsallam”…”Dewa maaf , aku….” belum sempat Dea melanjutkan kata-katanya….Dewa langsung pergi meninggalkanya. Dea merasa begitu bersalah dengan Dewa,sedangkan Dewa merasa kecewa dengan Dea. Dan karena masalah tersebut hubungan mereka berdua menjadi renggang. Setiap kali bertemu,mereka tak pernah saling menyapa….mereka hanya diam.

Melihat persahabatan Dea dan Dewa yang semakin hari semakin jauh,Miko yang juga sahabat Dewa ..juga sekaligus seorang protestan bertanya kepada Dewa…”Sebenarnya ada masalah apa antara kalian?”…”Dea mengecewakan aku Ko.”jawab Dewa dengan nada kecewa…”Padahal dia tau kalau aku ini seorang protestan,tapi kenapa dia menjawab sapaanku dengan wa’alaikumsallam?”sambung Dewa

Akhirnya Mikopun menjelaskan kepada Dewa,kalau sebenarnya dia itu salah paham terhadap Dea. Miko pun juga menjelaskan tentang arti kata dari ..”wa’alaikumsallam” itu sendiri kepada Dewa. Walaupun Miko adalah seorang protestan,tetapi dia juga pernah belajar tentang agama islam. Saat itu juga Dewa tau dan sadar bahwa dia telah keliru. Dewa pun segera pergi menemui Dea di rumahnya untuk meminta maaf. Dea pun langsung memaafkan Dewa ,,,,dan hubungan persahabatan mereka kembali membaik bahkan lebih erat dari yang sebelumnya.

-^pada akhirnya pun….kuatnya persahabatan dapat mengalahkan apa pun juga !!!!!! ^-


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Leave a Reply